Selasa, 31 Juli 2012

Komponen-komponen Pembelajaran


Interaksi merupakan ciri utama dari kegiatan pembelajaran, baik antara yang belajar dengan lingkungan belajarnya, baik itu guru, teman-temannya, tutor, media pembelajaran, atau sumber-sumber belajar yang lain. Ciri lain dari pembelajaran adalah yang berhubungan dengan komponen-komponen pembelajaran. Di dalam pembelajaran terdapat komponen-komponen, yaitu: tujuan, materi/bahan ajar, metode dan medi, evaluasi, anak didik, dan adanya pendidik.

1. Tujuan Pembelajaran


Komponen tujuan sangat berkaitan erat dengan hasil yang diharapkan. Tujuan pendidikan diklasifikasikan menjadi empat, yaitu :

Konsep Dasar Pembelajaran


1. Hakekat Belajar

Belajar pada hakekatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada disekitar individu. Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman. Belajar juga merupakan proses melihat, mengamati, dan memahami sesuatu (Sudjana, 1989 : 28 ).
Beberapa pengertian belajar yang di pandang dari tujuan dan proses berbagai pengalaman, diantaranya:
a.     Belajar merupakan suatu proses, yaitu kegiatan yang berkesinambungan yang di mulai sejak lahir dan terus berlagsung seumur hidup.
b.      Dalam belajar terjadi adanya perubahan tingkah lakuyang bersifat relatif permanen.
c.       Hasil belajar ditunjukan dengan aktivitas-aktifitas tingkah laku secara keseluruhan.
d.      Adanya peranan kepribadian dalam proses belajar antara lain aspek motivasi, emosional, sikap, dan sebagainya.

Kamis, 12 Juli 2012

Landasan Pengembangan Kurikulum

 A. Landasan Filosofis

Semua aspek yang terkait dengan pengelolaan  program pendidikan, seperti    Sumber Daya Manusia (SDM) yang harus ikut terlibat, rumusan tujuan  pendidikan, isi pendidikn, proses pelaksanaan dan bagaimana cara untuk mengetahui hasil yang dicapai  dari program pendidikan, semuanya harus  didasarkan pada hasil berpikir secara sistematis,  logis dan mendalam. Pemikiran tersebut dalam filsafat disebut sebagai pemikiran radikal (radic), yaitu hasil berpikir secara mendalam sampai keakar-akarnya. Menurut Donald Butler dalam Nana Syaodih “Filsafat memberikan arah  dan metodologi terhadap praktik pendidikan, sedangkan praktik pendidikan  memberikan bahan-bahan bagi pertimbangan-pertimbangan filofofis”. Secara rinci menurut Nasution bahwa filsafat pendidikan berfungsi:

Dimensi, Fungsi, dan Peranan Kurikulm

A. Dimensi Kurikulum

1.  Pengertian kurikulum dihubungkan dengan dimensi ide

Pengertian kurikulum sebagai dimensi yang berkaitan dengan ide pada dasarnya mengandung makna bahwa kurikulum itu adalah sekumpulan ide yang akan dijadikan pedoman dalam pengembangan kurikulum selanjutnya.

2.  Pengertian kurikulum dikaitkan dengan dimensi rencana

Makna dari dimensi kurikulum ini adalah sebagai seperangkat rencana dan cara mengadmistrasikan tujuan, isi,  dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan Pendidikan tertentu.

3.  Pengertian kurikulum dikaitkan dengan dimensi aktifitas

Pengertian kurikulum sebagai dimensi aktifitas memandang kurikulum merupakan segala aktifitas dari guru dan siswa dalam proses pembelajaran di sekolah.

Senin, 09 Juli 2012

Mengamati, Memahami, dan Memaknai Kegiatan-kegiatan yang terjadi di Lingkungan Kita (tepatnya di Geger Kalong-Bandung)


Pada suatu malam tepatnya malam rabu, kami (anak-anak kostan) hendak mempersiapkan kegiatan pekanan yang sudah rutin, yakni kegiatan Mentoring atau bisa diartikan sebagai suatu forum yang kegiatannya saling sharing ilmu dan sharing permasalahan. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena selain sharing ilmu dan permasalahan kami pun bisa saling bertemu dan bercanda bersama-sama, apalagi banyak jamuan yang menurut saya itu merupakan salah satu daya tarik untuk melakukan kegiatan tersebut, maklum kami anak yang doyan ngemil. 

Selasa, 03 Juli 2012

Pengertian Kurikulum dan Jenis Kegiatan Kurikuler


Pengertian Kurikulum

A. Menurut istilah olahraga


     Menurut istilah olahraga kurikulum berasal dari kata curir yakni pelari, dan curere yakni lintasannya. Jadi menurut istilah olahraga kurikulum adalah “jarak yang harus ditempuh oleh seseorang untuk dapat mencapai finish atau tujuan.”

B. Pengertian Tradisional Kurikulum

      Istilah kurikulum pada zaman dulu yakni tahun 1958 bahwa kurikulum adalah “sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau dikuasai oleh seseorang (siswa) untuk dapat memperoleh tujuan tertentu atau ijazah.”