Rabu, 30 Oktober 2013

Mengapa harus "Digencet"


Mengapa harus digencet???  Dari kalimat tanya tadi yang sekaligus merupakan judul dari artikel ini, itu merupakan salah satu permasalahan yang sedang saya hadapi dalam menyelesaikan segala tugas, terutama tugas yang berhubungan dengan akademik. Permasalahan saya kalau ada tugas dari dosen ataupun tugas lainnya saya selalu menyelesaikannya dalam satu malam atau istilah trennya SKS (Sistem Kebut Semalam).

Aku dan Gubuk Dahlia 47

Belum ada teksnya hanya baru judul.

Rabu, 15 Mei 2013

Waktu-waktu yang baik dan buruk untuk Tidur

Kapan dan berapa lama Waktu yang Efektif untuk Tidur yang Berkualitas?

Manajemen waktu untuk tidur sangatlah penting, karena apabila pola waktu tidur kita sudah teratur, dan proporsional, maka kebutuhan tubuh kita untuk tidur, dan beraktivitas, akan menjadi teratur, sehingga kesehatan fisik dan psikis akan menjadi baik. Dalam manajemen waktu untuk tidur kita harus memperhatikan dan mempertimbangkannya dengan aktivitas kita, misalkan untuk tidur malam kita tidur dari pukul 21.00 sampai 03.00 kemudian untuk tidur siang dari pukul 13.00 sampai 14.00. Itu semua disesuaikan dengan aktivitas dan keluangan waktu kita, jangan sampai waktu untuk tidur digunakan untuk beraktivitas, pun demikian waktu untuk beraktiitas digunakan untuk tidur, karena selain berdampak buruk bagi kesehatan bisa berdampak buruk juga pada aktivitas sehari-hari kita.
Dalam manajemen waktu tidur, harus diperhatikan mengenai kapan waktu-waktu untuk tidur, karena pada sebagian waktu ada larangan untuk tidur, karena sangat tidak baik bagi kesehatan fisik, dan psikis,  waktu yang buruk untuk tidur diantaranya tidur ketika waktu pagi, dan ketika waktu sore, karena tidur pagi hari dapat menyebabkan :

Manfaat Tidur yang Berkualitas



Tidur merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi manusia. Karena dengan tidur, tubuh kita yang mulanya lelah, letih, lesu dikarenakan aktivitas sehari-hari dapat menjadi prima kembali dan siap untuk menjalani aktivitas keseharian lagi. Tidak hanya manusia yang membutuhkan tidur, hewan juga memerlukan tidur, ada yang tidur sambil berdiri (Kuda), ada yang tidur sambil duduk (Bebek), ada yang tidur sambil berbaring (Singa), dan ada pula tidur sambil bergantung (Kelalawar), itu semua merupakan ciri bahwa tidur itu sangat dibutuhkan bagi mahluk yang hidup kecuali tumbuhan, karena tumbuhan tidak memiliki otak.

Manfaat Tidur yang Berkualitas

Tahukah kalian seberapa besar manfaat tidur?
Tidur yang berkualitas sangat bermanfaat sekali, tidak hanya dapat menghilangkan rasa letih, lelah, dan lesu tetapi banyak sekali manfaatnya, diantaranya sebagai berikut:

Posisi Tidur yang Berkualtias


Bagaimana Posisi Tidur yang Benar?

Kebanyakan orang sering tidak memperhatikan posisi tidur mereka, mereka tidur seenaknya saja tergantung kebiasaannya, ada yang terlentang, menyamping, telungkup, bahkan ada yang tidak beraturan. Kalau posisi tidur kita salah, maka tidur kita bisa jadi sangat beresiko terkena cidera ataupun penyakit. Misalnya tidur di kursi dengan posisi bersandar di samping pembatas kursi yang pembatas kursinya terlalu tinggi untuk dijadikan bantal, yang akibatnya leher kita akan sakit, dan peredaran darah yang menuju ke otak tidak lancar sehinga menjadi pusing. Untuk itu perhatikanlah posisi tidur yang benar agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Posisi tidur yang benar adalah posisi tidur yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, diantaranya posisi badan menyamping ke kanan, punggung lurus, tungkai agak ditekuk sedikit, dan tangan kanan sebagai sandaran kepala. Posisi tidur seperti ini banyak sekali manfaatnya menurut medis. Diantaranya sebagai berikut:

Rabu, 27 Februari 2013

Dislokasi pada Sendi Bahu


Sebelum ke topik mengenai dislokasi sendi bahu, saya akan bercerita dahulu mengenai pengalaman lucu saya ketika sedang kuliah, tentunya sedang membahas materi dislokasi sendi bahu. Ketika sedang kuliah mata kuliah PPC (Perawatan dan Pencegahan pada Cedera). Kelas kami dibagi kedalam beberapa kelompok, dan masing-masing kelompok ditugaskan untuk mempresentasikan pembahasan mengenai cedera, dan kebetulan kelompok kami kebagian materi dislokasi sendi bahu. Dikarenakan pembagian materinya tiba-tiba, maka kelompok kami belum sama sekali ada persiapan dalam hal presentasi dislokasi sendi bahu, kebetulan yang kebagian menjelaskan materinya saya sendiri. Lalu kelompok kami kebagian ke 2 tampilnya setelah keleompok pertama, dan aku pun berusaha memanfaatkan waktu yang tersisa sebelum tampil , dengan membaca buku yang ada.
Di buku saya mencari materi dislokasi sendi bahu, tetapi saya tidak menemukan, hanya menemukan materi mengenai tergelincirnya tulang bahu, dan saya pun bingung apa ini materi yang dimaksud tetapi feeling saya bukan ini materinya karena meskipun saya kurang faham mengenai dislokasi bahu tapi saya bisa memahami dengan logika bahwa dislokasi bahu berasal dari 2 kata yakni dislokasi dan bahu, dislokasi berasal dari bahasa Inggris yakni dislocation yang berarti keadaan dimana sesuatu itu tidak ada pada tempatnya. Jadi kalo bayangan saya berdasarkan logika dislokasi bahu itu suatu keadaan dimana sendi bahu atau tulang bahu berada bukan pada tempatnya, berupa pergeseran sendi bahu bisa ke dalam ataupun ke luar. Tetapi kebanyakan teman persepsi mereka bahwa materi yang dimaksud adalah meteri yang ada di buku. Jadi saya pun bingung mau menjelaskan meteri dari buku atau meteri pemahaman saya yang berdasarkan logika tadi. Dan akhirnya waktu untuk tampil pun tiba, dan saya pun berniat menjelaskan materi yang ada di buku dan materi pemahaman saya yang berdasarkan logika, dan saya pun berniat mencari aman saja, dimana ketika menjelaskan, materi yang ada di buku kena dan materi yang berdasarkan logika saya pun kena. Tetapi langkah itu tidak berjalan dengan mulus. Para pendengar yakni teman sekelas saya, kebanyakan terlihat mengerti mengenai materi yang dijelaskan oleh saya, tetapi dosen saya bingung karena materi yang dijelaskan oleh saya tidak tepat sesuai pembahasan dislokasi sendi bahu.

Selasa, 26 Februari 2013

Gejala, Penyebab, dan Dampak Obesitas


Memiliki tubuh yang proporsional merupakan dambaan setiap orang. Karena apabila tubuh kita proporsional maka mau beraktivitas apa saja bisa dilakukan, mau naik sepeda, mau main sepak bola, itu semua bisa dilakukan dengan mudah tanpa ada hambatan yang berarti. Memiliki tubuh proporsional juga bisa meningkatkan rasa percaya diri trhadap penampilan. Tetapi untuk memiliki tubuh yang proporsional itu sangat sulit sekali, terutama dalam menjaga pola makan, kegiatan sehari-hari, ataupun mengelola gangguan psikologi seperti stress dan lain sebagainya. Terkadang orang yang suka makan dan jarang beraktivitas jasmani maka orang itu lama kelamaan akan mengalami penyakit obesitas.

Kamis, 17 Januari 2013

Kurikulum Penjas dan Olahraga menurut NASPE "Standar Internasional Pendidikan Jasmani dan Olahraga bagi Siswa Sekolah"



Tujuan


  • Mengumpulkan dan mengartikulasikan suara kolektif organisasi profesional dalam menetapkan suatu standar
  • Menetapkan standar global tentang kurikulum pendidikan jasmani di sekolah berkualitas, sehingga menjamin setiap anak dan remaja menjadi terdidik secara jasmani – yang merupakan hak asasi manusia (Piagam PBB).


Manfaat


  • Menyediakan standar muatan yang membentuk landasan bagi pengembangan dan penilaian seluruh kurikulum pendidikan jasmani berbasis sekolah.
  • Mengkomunikasikan secara global sifat kurikulum pendidikan jasmani yang penting bagi seluruh kurikulum
  • Menetapkan definisi operasional yang menyatakan secara implisit perbedaan dan hubungan pendidikan jasmani dengan bidang lain yang terkait seperti dansa, kesehatan, rekreasi, dan olahraga.
  • Menetapkan definisi operasional yang memungkinkan terjadinya dialog global, riset, pemahaman, dan pertukaran di antara profesional sendiri dan antara profesional dengan pimpinan lembaga pemerintah.

Definisi Operasional

Untuk menyamakan persepsi terkait dengan istilah-istilah yang digunakan dalam dokumen ini, maka perlu dikemukakan definisi sebagai berikut:

Pendidikan Jasmani:

Sebagai sebuah bidang kajian akademik, pendidikan jasmani terdiri dari dua komponen besar, yaitu gerak manusia dan kebugaran jasmani (komponen kesehatan dan motorik); dan didasarkan pada disiplin sebagai berikut: teori belajar motorik, perkembangan motorik, kinesiologi, biomekanika, fisiologi latihan, psikologi olahraga, sosilogi olahraga, dan estetika.

Senin, 07 Januari 2013

Pembelajaran Leveling System pada Permainan Sepak Bola 6 lawan 4 "Lempar-sundul, Throwing-heading" (Sistem level sepak bola)


A. Nama Kegiatan

Leveling System

“Bermain Kucing-kucingan Dengan Menyundul Bola
(Lempar-sundul, Throwing-heading)”



B. Tujuan

  • Kognitif
    • Siswa dapat mengetahui strategi dan taktik apa yang harus dilakukan ketika sedang bermain 6 lawan 4
    • Siswa dapat berpikir cepat, mengenai langkah yang akan diputuskan , ketika sedang bermain 6 lawan 4
  • Psikomotor
    • Siswa dapat melakukan, permainan 6 lawan 4, secara benar dan tertib
    • Siswa dapat bertindak/bergerak dengan efektif dan efesien, ktika sedang sedang melaksanakan permainan 6 lawan 4
  • Afektif
    • Siswa dapat bekerjasama dengan teman setimnya, dalam permainan 6 lawan 4
    • Siswa dapat bersikap sportif/fairplay, ketika sedang melaksanakan permainan 6 lawan 4

Pembelajaran Leveling System pada Permainan Sepak Bola 2 lawan 2 "Seperti Gobak Sodor" (Sistem level sepak bola)


A.  Nama Kegiatan

“Permainan sepak bola 2 lawan 2 (Seperti Gobak Sodor)”

B. Tujuan

  • Kognitif

    • Siswa dapat mengetahui strategi dan taktik apa yang harus dilakukan ketika sedang bermain sepak bola 2 lawan 2, baik yang bertahan maupun menyerang.
    • Siswa dapat berpikir cepat, mengenai langkah yang akan diputuskan , ketika sedang bermain sepak bola 2 lawan 2

  • Psikomotor


    • Siswa dapat melakukan, permainan sepak bola 2 lawan 2, secara benar dan tertib
    • Siswa dapat bertindak/bergerak dengan efektif dan efesien, ktika sedang sedang melaksanakan permainan sepak bola 2 lawan 2

  • Afektif

    • Siswa dapat bekerjasama dengan teman setimnya, dalam permainan sepak bola 2 lawan 2
    • Siswa dapat bersikap sportif, ketika sedang melaksanakan permainan